From A City Boy to Real Human in Bali

Pengakuan Dosa, Berbagi Hukum Tentang Hidup


Apa yang akan terjadi esok?

Coba ingat apa yang terjadi tadi pagi ketika bangun dari tidur.

Hari ini aku mencoba melakukan sesuatu dengan sadar. Sejauh ini berhasil dengan baik. Aku tidak lagi merasa baku hantam dengan badan yang kaku , maupun perabotan sekitar. Aku merasa lebih pelan dalam bergerak, tapi lebih hati – hati dalam bertindak sehingga tidak lagi sering gusar ketika tubuh menyenggol sekeliling.

Bayangkan saja, sejak aku putus dari hubunganku yang terakhir, aku merasa sedikit – sedikit gak sengaja senggol sana – sini. Aku merasa pusing dan lelah sebelum melakukan apa – apa. Aku seperti tidak bersyukur dengan hidup, melainkan menyesal dengan kegagalan. Aku merasa seperti murid paling bodoh di kelas, dan aku merasa sudah tidak ada gunanya berusaha setidaknya memperbaiki nilai.

Tapi disatu sisi lain aku merasa butuh hadirnya seseorang. Entahlah apa ini yang dinamakan ketergantungan , co-dependent low self esteem, inikah yang dikatakan hidup buyar. Well, pandanganku buyar sih.

Sejak mata ku mulai tidak mudah melihat isi hp dari jarak dekat, ternyata aku merasa tidak lagi memiliki modal untuk trengginas. Bahkan aku tidak sadar kalau aku dulu seperti apa , yang pasti aku merasa sedikit – sedikit aku pasti menyenggol sesuatu. Dan aku menjadikan itu seperti tanda akhir jaman(ku). Aku jadi tidak lagi bisa melihat besok seperti apa.

Pernahkah aku mencoba bertanya seperti apa orang melihatku? Apakah aku secacat itu?

Kenapa aku tidak bertanya seperti itu pada orang lain, ketimbang berhenti bertanya besok seperti apa.

Bertanya besok itu sejujurnya segalanya.

Kita mempersiapkan hari esok ketika kita berhasil setidaknya bertanya besok mau seperti apa.

Baiklah….

Besok … mau seperti apa?

Namanya Aje. Kependekan dari nama julukan dia semasa remaja, Ayu Jerry diambil dari Jerry Tikus dari kartun Tom and Jerry. Kalau bukan karena Ayu yang menjelaskan riwayat panggilan tersebut, aku sebenarnya masih selalu terbolak – balik antara mana Tom sebagai Kucing dan Jerry sebagai Tikus.

Besok dan lusa kami berencana mau keliling seputaran Bali bagian Jimbaran dan Bali bagian lain. Dia pecinta kopi, pecinta buku, dan petualang. Jantungnya lemah. Tapi aku tidak bosan mendengarkan dia bercerita tentang apapun. Jantungnya lemah. Seperti apa itu jantung lemah? Apakah sama seperti sulit melihat hp dan menyenggol – nyenggol perabotan? Apakah bangun pagi pinggangnya sakit? Apakah dia bertanya seperti apa hari esok?

Baiklah. Besok, kita akan berpetualang. Kita akan berpindah lokasi ke lokasi melihat kopi dan pekerjaan. Mendengar musik dan membaca buku. Melupakan jantungmu, dan menghindari perabotan.

Besok kita akan baik – baik saja.



Leave a comment

About Me

Saat blog ini mulai dibuat, saya baru saja memasuki usia 44 tahun. Saya seorang pria penghibur melalui jalur musik. Saya duda, tidak memiliki anak, tinggal bersama 3 ekor anjing. Saya mulai mengalami penurunan fisik, mulai dari mata, pinggang sampai ke nafas. Saya punya banyak penyesalan, dan tidak punya banyak teman maupun uang. Tapi saya punya banyak cita cita, dan blog ini salah satunya.