Kehidupan yang kita jalani ibarat pita yang memiliki kedua ujung. Awal dan akhir. Kemudian kita diberi kesadaran akan adanya dimensi waktu.
Kesadaran akan waktu inilah yang membatasi kita untuk kembali ke masa lampau maupun mengetahui masa depan. Namun satu hal yang aku pikirkan dan rasakan dan membuat aku merasa harus menuliskannya disini. Boleh jadi ini adalah salah satu tulisan yang paling sulit aku yakini akan keberadaannya. Aku merasa koruptif terhadap diri ini. Aku merasa harus cepat – cepat selesai menulis, aku merasa seperti hutang jika tidak menulis, tapi aku merasa ini bukan hal yang patut aku tulis. Aku merasa sangat ingin menghapus dan lalu mengulangnya lagi terus menerus. Perasaan berputar – putar di dalam pikiran. Apakah yang sebenarnya ingin aku tuangkan disini? Tidak ada.
Mungkin aku hanya ingin melihat bentangan paragraf demi paragraf. Mungkin makna tulisan kali ini adalah seperti melihat lorem ipsum. Mungkin aku sedang mencari keseimbangan raga tulisan. Mungkin aku sedang berkhianat terhadap waktu. Aku tahu aku hanya akan merasa benar – benar layak melakukan hal yang ingin aku lakukan jika aku bisa melewati kata demi kata dalam tulisan ini. Bisa jadi aku akan benci tulisan ini, tapi aku akan mengakui kelayakan dalam hal lain.
Lalu apa yang ingin aku katakan?
Bayangkan jika tulisan ini sebenarnya sudah ada sebelum aku menuliskannya. Kesadaran akan waktu lah yang membuat aku harus melewati proses menulis disini saat ini. Tapi tulisan ini sebenarnya sudah ada. Aku sudah terhubung dengan masa dimana tulisan ini sudah ada dan bahkan sudah terbaca oleh orang yang perlu membaca tulisan ini. Bahkan mungkin sudah mengubah orang yang berubah karena tulisan ini. Sebuah tulisan yang terjadi karena aku mensyaratkan diri untuk menulis hal ini sebelum melakukan hal lain. Pikiranku sebenarnya berada di hal yang harus aku lakukan, sedangkan tulisan ini aku lakukan karena aku hanya bisa membayangkan kepatuhan aku terhadap waktu yang aku wajibkan untuk menulis. Apa yang aku dapat? Tidak ada lain kecuali aku yakin tulisan ini sudah ada sebelum aku tulis. Aku hanya mengikuti kesadaran aku terhadap waktu. Dan tulisan ini benar – benar ada karena aku terjebak dalam kesadaran akan waktu.
Kita sebenarnya sudah pernah dimulai dan akan menuju selesai. Awal dan akhir itu pasti. Namun karena kita terkunci dengan kesadaran akan waktu, maka kita hanya bisa berbicara dengan hal yang terjadi saat ini. Apakah aku akan ke kiri, apakah aku akan ke kanan? Setiap detik kita membuat keputusan, dan keputusan ini adalah ikatan kita akan waktu. Hasilnya sudah terbentang, namun kita sedang menjalani detik demi detik bersama kesadaran kita akan waktu yang berjalan linear.
Pikiran kita bisa melampaui ini. Pikiran kita bisa kembali ke masa lalu, dan tentu pikiran kita bisa merasakan masa depan. Tapi kita akan selalu kembali terseret ke masa kini. Masa dimana waktu adalah kendaraan akan kesadaran kita. Kesadaran kita akan selalu berada di masa kini. Waktu memaksa kita untuk terikat di satu masa, dan berjalan linear.
Jadi sebelum aku menyudahi tulisan ini, yang ditulis mengikuti waktu, ingatlah. Pikiran melampaui segalanya. Pikiran tidak terikat apapun. Aku sadar ini pasti berlawanan dengan apa yang selama ini orang katakan. Bahwa pikiran itu terikat, perasaan yang tidak terikat. Tapi aku mengatakan hal sebaliknya. Bahwa pikiran itu tidak terikat. Bisa kemana – mana, bisa ke depan, bisa ke belakang, bisa ke atas, bisa ke bawah, bisa percaya, dan bisa melawan hal yang tidak ingin kita percaya. Pilihannya begitu banyak. Justru perasaan lah yang sangat terikat. Karena kita sadar akan waktu, maka perasaan hanya bisa mengikuti apa kata waktu. Sulit melawan perasaan jika kita sadar waktu yang menentukan. Jangan lawan perasaan.
Jangan lawan perasaan.
Ikuti
Waktu yang menentukan.
Biarkan pikiran saja yang bebas.
Perasaan … pasrah. Apa yang kita rasakan sekarang, akan jadi ingatan di masa lalu. Dan apa yang belum terjadi, tidak bisa kita rasakan, bahkan tidak bisa kita bayangkan maupun tentukan. Tapi yang pasti harus kita pikirkan, dan kita putuskan apakah akan terjadi atau sesuatu akan mengubahnya.
Apa yang akan terjadi, pasti terjadi. Dan semuanya terhubung. Pikiran kitalah yang bisa menghubungkan. Maka berpikirlah setiap saat.

Leave a comment