Aku pikir salah satu kelemahan manusia adalah mengakui kemampuan untuk mengabaikan sesuatu demi kebaikan diri sendiri. CUEK adalah bahasa kasarnya. Tapi dibalik kata yang singkat itu, mengandung makna kekuatan super.
Bayangkan betapa kuatnya manusia hanya dengan pikirannya saja, sesuatu tanpa mengenal dimensi waktu, bisa dihilangkan kepentingannya begitu saja dari pikiran sesuai kendali. Fisiknya tetap ada, realitanya tetap ada, interaksinya juga tetap ada, tapi kepentingannya di kepala kita dihilangkan.
Dan aku rasa kekuatan macam ini bukanlah sebuah kesombongan atau ketidak pedulian. Justru sebaliknya. Ini adalah kekuatan karena kepedulian tinggi terhadap diri sendiri. Tapi ini bukan egois. Ini adalah mekanisme bertahan untuk tetap fokus terhadap apa yang menjadi tujuan dalam hidup masing – masing.
Ini menjadi sebuah matematika yang mungkin di jaman sekarang semakin ditinggalkan. Rumus lama yang semakin tergeser dengan rumus baru.
Berapa jumlah follower, berapa jumlah like, dan berapa banyak endorsement dan tawaran colab yang datang. Berapa banyak revenue dari prestasi sosial media, sangat menggeser rumus lama, bahwa diri sendiri itu berharga lebih dari segala apapun.
Aku ingin kembali terhubung dengan masa lalu. Menembus dimensi waktu, menghadirkan kembali kepentingan – kepentingan yang tumbuh dari masa lalu ketika segala sesuatunya benar – benar tentang diri sendiri. Mencoba menggiring pola pikir yang terhubung sejak lahir sampai saat ini dan nanti. Hal hal diluar itu, aku akan hilangkan kepentingannya.
Batu kugenggam erat, dan yang tidak penting… aku hilangkan dari kepala. Kekuatan ini aku akui, dan kekuatan ini menunjang apa yang penting bagi diri ini. Jika beberapa hal harus hilang dari pikiran, maka beberapa hal akan tercipta juga dari pikiran yang sama. Semoga hal yang tercipta ini bisa menembus ruang dan waktu.

Leave a comment