From A City Boy to Real Human in Bali

Pengakuan Dosa, Berbagi Hukum Tentang Hidup


The Power To Make Things NOT Exist To You

Aku pikir salah satu kelemahan manusia adalah mengakui kemampuan untuk mengabaikan sesuatu demi kebaikan diri sendiri. CUEK adalah bahasa kasarnya. Tapi dibalik kata yang singkat itu, mengandung makna kekuatan super.

Bayangkan betapa kuatnya manusia hanya dengan pikirannya saja, sesuatu tanpa mengenal dimensi waktu, bisa dihilangkan kepentingannya begitu saja dari pikiran sesuai kendali. Fisiknya tetap ada, realitanya tetap ada, interaksinya juga tetap ada, tapi kepentingannya di kepala kita dihilangkan.

Dan aku rasa kekuatan macam ini bukanlah sebuah kesombongan atau ketidak pedulian. Justru sebaliknya. Ini adalah kekuatan karena kepedulian tinggi terhadap diri sendiri. Tapi ini bukan egois. Ini adalah mekanisme bertahan untuk tetap fokus terhadap apa yang menjadi tujuan dalam hidup masing – masing.

Ini menjadi sebuah matematika yang mungkin di jaman sekarang semakin ditinggalkan. Rumus lama yang semakin tergeser dengan rumus baru.

Berapa jumlah follower, berapa jumlah like, dan berapa banyak endorsement dan tawaran colab yang datang. Berapa banyak revenue dari prestasi sosial media, sangat menggeser rumus lama, bahwa diri sendiri itu berharga lebih dari segala apapun.

Aku ingin kembali terhubung dengan masa lalu. Menembus dimensi waktu, menghadirkan kembali kepentingan – kepentingan yang tumbuh dari masa lalu ketika segala sesuatunya benar – benar tentang diri sendiri. Mencoba menggiring pola pikir yang terhubung sejak lahir sampai saat ini dan nanti. Hal hal diluar itu, aku akan hilangkan kepentingannya.

Batu kugenggam erat, dan yang tidak penting… aku hilangkan dari kepala. Kekuatan ini aku akui, dan kekuatan ini menunjang apa yang penting bagi diri ini. Jika beberapa hal harus hilang dari pikiran, maka beberapa hal akan tercipta juga dari pikiran yang sama. Semoga hal yang tercipta ini bisa menembus ruang dan waktu.



Leave a comment

About Me

Saat blog ini mulai dibuat, saya baru saja memasuki usia 44 tahun. Saya seorang pria penghibur melalui jalur musik. Saya duda, tidak memiliki anak, tinggal bersama 3 ekor anjing. Saya mulai mengalami penurunan fisik, mulai dari mata, pinggang sampai ke nafas. Saya punya banyak penyesalan, dan tidak punya banyak teman maupun uang. Tapi saya punya banyak cita cita, dan blog ini salah satunya.