Pagi ini dimulai dengan sesuatu yang sangat sederhana. Tidak merasakan apa – apa belakangan ini menjadi lebih spesial daripada merasakan sesuatu entah itu baik atau tidak, tapi lalu sulit untuk dihubungkan dengan apa yang sebenarnya ingin dicapai di hari itu.
Sudah entah berapa lama aku merasakan putus hubungan dengan diri sendiri. Dimulai dari perasaan aneh mengingat masa lalu sendiri dan seperti tidak terhubung dengan keadaan yang sedang dialami saat ini.
Kemudian perlahan – lahan aku mulai merasakan perlunya ini ditata. Aku merasa seperti ada yang salah dengan perasaan aneh ini. Terlebih lagi, aku merasa jadi seperti asing dengan diri sendiri dan keadaan saat ini. Aku merasa seperti sedang menjalankan kehidupan milik orang lain.
Mudah untuk mengatakan bahwa manusia harus mengambil kendali dan memiliki dirinya sendiri. Apalagi di jaman sekarang yang sepertinya sudah jadi narasi yang trendy. Tapi jujur aku tidak merasa bahwa memiliki dan mengendalikan diri sendiri ada kaitan dengan narasi verbal maupun strategi advokat ke dunia external. Bagi aku, ini sebenarnya lebih rendah hati dibanding suara – suara di luar hati.
Tapi catat baik – baik. Ini bukan proses hening.
Ini proses yang justru sangat bising.
Ini proses menata ingatan dan mencoba menterjemahkan hal – hal yang terjadi di masa lampau. Hal – hal yang terpaksa kita ingat, lalu kita terjemahkan dan kemudian kita paksa untuk menjadi jati diri kita di masa sekarang.
Ini seperti melihat – lihat diri sendiri di masa lalu sambil terus bertanya “kenapa aku mengingat dan melihatnya seperti itu”. Kemudian memberanikan diri mengakui seberapa banyak aku melenceng dari apa yang sebenarnya sudah menjadi jawaban untuk masa kini dan nanti.
Lalu apa saja yang aku ingat dan lihat di masa lalu?

Leave a comment